Rabu, 15 Februari 2012

'Sampai Ujung Dunia' syuting di Belanda libatkan 1000 pemain

FILM drama romantis Sampai Ujung Dunia (SUD) produksi NasiPutih Pictures akan menjadi film yang memaknai Hari Film Nasional pada 30 Maret 2012. Garapan sutradara Monty Tiwa ini mengangkat dinamika sekolah yang berbeda dan melibatkan sedikitnya 1000-an pemain ekstras.
   “Dunia sekolah tinggi pelayaran dan penerbangan sengaja kami angkat, karena selama ini cerita film remaja bersetting sekolah umum. Kami angkat sekolah penerbangan dan pelayaran sebagai background agar film perdana kami ini berbeda,” ungkap Tino Kawilarang, Eksekutif Produser dan Chief Executive Officer NasiPutih Pictures kepada Tabloid Kabar FILM di ruang kerjanya, kawasan Bekasi, Jakarta pekan lalu.
   Sejumlah pemain berkarakter dihadirkan dalam film SUD seperti Dwi Sasono (sebagai Daud), Gading Marten (sebagai Gilang), Roy Marten (ayah Gilang), Chintami Atmanegara (ibu Gilang), Tutie Kirana (ibu Anissa), Sudjiwo Tedjo (ayah Daud), Desta (boss percetakan), Sita Nursanti (ibu pengasuh panti asuhan), Iwa K (taruna senior), dan Renata Kusmanto (sebagai Anissa).
    Secara khusus dilibatkan 1000-an pemain figuran, yakni para taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.    
   Yang menarik, dalam film yang akan ditayangkan serentak di bioskop mulai 8 Maret 2012 ini tampil ayah dan anak, Roy Marten dan Gading Marten yang juga memerankan karakter anak dan orangtua. “Saya sangat senang bisa bermain di film ini, karena belum pernah satu frame dengan anak saya, Gading,” kata Roy Marten.
   Sementara itu, aktor muda Dwi Sasono mengaku sangat heran tetapi senang karena dirinya didatangi langsung oleh Tino Kawilarang. “Saya masih syuting ketika pak Tino menemui saya dan meminta bergabung di film ini. Baru sekali ini saya didatangi langsung seorang eksekutif produser,” kata Dwi Sasono yang memerankan tokoh Daud.
   NasiPutih Pictures tergolong berani bertaruh, karena melibatkan pemain ‘berkelas’ dan terutama mengambil lokasi syuting di dua negara Amsterdam dan Den Haag (Belanda) serta Indonesia. 
   “Saya bersyukur bisa menghadirkan 1000-an ekstras yaitu pada siswa taruna yang asli saat dilakukan drill malam hari pukul 01.00 dinihari. Itu syuting real tanpa skenario. Yang tahu ada syuting hanya para instruktur taruna,” jelasnya.
    “Film ini adalah impian saya sejak 21 tahun yang lalu, ketika masih bekerja di stasiun televisi. Targetnya adalah remaja ABC, dan para orangtua yang mempunyai anak sekolah di SMA,” kata Tino, yang mengaku sempat beberapa tahun bergabung di RCTI dan Trans TV.
   Produksi film SUD sendiri mendapat dukungan Kementerian Perhubungan RI karena memiliki tujuan memotivasi remaja agar memilih Sekolah Tinggi Pelayaran dan Penerbangan, dimana permintaan tenaga ini di dunia masih sangat kurang.
    “Selain menginpirasi remaja untuk mencintai dunia bahari dan kedirgantaraan, film ini juga berbicara tentang bagaimana pentingnya sikap disiplin,” kata Tino.
   Kedisiplinan ini terungkap misalnya pada adegan ketika sekolah di SMA, Gilang dan Daud masih tampil urakan. Tetapi begitu mendapat pendidikan di sekolah penerbangan  atau kelautan mereka menjadi lebih disiplin dan berwibawa.
   Intinya, menurut Tino, untuk menjadi disiplin itu tidak harus sekolah militer. “Di sekolah yang bukan militer seperti di STPP para taruna juga bisa belajar tentang kedisiplinan,” kata Tino.

Sinopsis
   Gilang (Gading Marten), Daud (Dwi Sasono) dan Anissa (Renata Kusmanto) sudah bersahabat sejak masa kecil. Mereka bertiga datang dari latar belakang yang berbeda. Gilang adalah putra tunggal dari pasangan konglomerat, Daud adalah anak tertua dari lima bersaudara yang ayahnya hanya bekerja sebagai tukang vermak jeans sedangkan Anissa adalah anak yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan.
   Persahabatan masa kecil mereka begitu indah. Gilang dan Daud bergantian menjadi sosok kakak pelindung bagi Anissa yang 'terlihat' lemah dan rapuh.
   Satu cinta-cita Anissa yang dijanjikan untuk dipenuhi oleh kedua 'kakak' nya adalah, ingin berkeliling dunia.
   Waktu berlalu dan mereka beranjak remaja. Daud dan Gilang pun mulai menyadari bahwa perasaan sayang mereka kepada Anissa telah berubah menjadi cinta yang mendalam.
   Keduanya menyatakan cinta kepada sang gadis di saat yang hampir bersamaan. Anissa pun bingung, dia sama-sama mencintai kedua sahabatnya dan tidak mau pertemanan mereka retak. Akhirnya Anissa pun mempunyai ide untuk 'menyelamatkan' persahabatan itu. Anissa mengajukan syarat, barangsiapa yang bisa pertama kali mengajaknya berkeliling dunia, akan diterima sebagai kekasihnya.
   Ini menjadi motivasi untuk Gilang dan Daud. Selepas SMU keduanya pun berpisah. Gilang melanjutkan sekolah di sekolah penerbangan curug sedangkan Daud diterima di sekolah pelayaran di Marunda. Diam-diam mereka tetap berharap dengan profesinya nanti dapat mewujudkan keinginan Anissa.
   Waktu terus berlalu dan hubungan segitiga mereka semakin erat. Perasaan serba salah yang canggung mewarnai hari-hari hubungan ketiganya.
   Sampai akhirnya Anissa  harus menyampaikan sebuah rahasia kepada keduanya. Bahwa rupanya, cita-cita Anissa mungkin tidak akan bisa tercapai bila tidak dilaksanakan secepatnya. Karna si gadis baru divonis memiliki penyakit kelainan jantung yang dapat berakibat fatal.
   Bagaimana Gilang dan Daud menyikapi 'deadline' yang diberikan Anissa? Siapakah yang akan berhasil membahagiakan si gadis di masa-masa akhir hidupnya? (tis)

7 komentar:

  1. Film indonesia selalu memberikan ending sakit atau kematian....
    yang saya tahu setiap ending cerita film itu adalah kebahagiaan....
    ironis sekali, ternyata nalar para sutradara2 indonesia hanya sebatas kacang yang baru tumbuh...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha emg elu bisa apa de? Jangan cuma komen hasil orang sblm lu bisa berkarya lebih baik. Yang lebih ironis ini kaya gini, cuma bisa ngomongin hasil orang tanpa berkarya.

      Hapus
  2. barusan nonton di sctv, ga ngerti sama endingnya.. yg kasih jantung sama anisa siapa? daud? -___-

    BalasHapus
  3. awalnya ceritanya keren akhir cerita bingung karna gak jelas endingnya.


    BalasHapus
  4. Film nya keren, tapi benar kata brother diatas,, siapa yg kasih jantung nya ??
    gk jelass,, :O

    BalasHapus
  5. bapakmu yang kasih :D,
    sok Tanya :D

    BalasHapus
  6. Makanya biar lebih jelas kasih lanjutanya dong biar lebih jelas Dan seru pastinya

    BalasHapus