Minggu, 05 Februari 2012

Film 'Mursala' berlatar budaya Batak siap diproduksi

Dari Kiri: Sutradara Viva Westy, Titi Sjuman, Rio Dewanto, aktor cilik, Anna Sinaga, Ipung. (foto: dudut sp)
SEBUAH film berlatar budaya Batak berjudul Mursala siap diproduksi bulan April mendatang. Adalah rumah produksi Raj's Production yang akan menggelontorkan biaya produksi film yang penggarapannya dipercayakan pada sutradara Viva Westy. Menurut Viva Westy, film nasional bertema kedaerahan memerlukan 'penangangan' yang optimal agar menarik ditonton. 
   "Oleh karena itu, persiapan kamera yang akan kami gunakan adalah kamera 16 mm bukan digital," kata Viva Westy, saat berlangsung pre launching film Mursala di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/2).
   Westy mengharapkan, film yang menghadirkan pemain antaranya Titi Sjuman dan Rio Dewanto itu dapat membawa pesan tentang kearifan budaya lokal dan menjadi alat promosi pariwisata di Tapanuli, Sumatera Utara. "Film ini bergenre drama romantis dengan para pemain utama dari ibukota, dan didukung sejumlah pemeran dari daerah Batak," kata Westy, yang akan dibantu Ipung sebagai kameraman.
   Anna Sinaga selaku eksekutif produser sekaligus pemain, mengaku produksi film ini didedikasikan kepada tanah leluhur dan profesinya sebagai pengacara. "Film ini merupakan ungkapan terimakasih saya terhadap dunia kepengacaraan dan tanah leluhur sekaligus saya ingin memberikan kontribusi bagi perfilman nasional," kata Anna Sinaga, yang kini aktif sebagai pengacara.
   Menurut rencana, film Mursala mulai syuting sekitar bulan Maret-April 2012, mengambil lokasi di Tapanuli dan Jakarta. "Beruntung saya mendapatkan keleluasaan untuk syuting selama 30 hari. Waktu syuting ini memang lebih panjang dibandingkan syuting film umumnya yang hanya 2-3 minggu. Saya ingin hasil terbaik maka butuh waktu lebih lapang," kata Viva Westy.
   Selain kru dan pemain, acara pre launching film Mursala juga dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang. "Saya sangat mendukung sepenuhnya produksi film ini, karena berharap film ini dapat mengangkat pariwisata di Tapanuli yang tidak kalah menariknya dengan kawasan wisata lain di Indonesia," kata Bonaran Situmeang.
   Dikatakan oleh Bonaran, kawasan Tapanuli terutama di Mursala (nama air terjun-red) pernah diabadikan para pembuat film Hollywood dalam film King Kong. "Sineas Hollywood saja sudah pernah pakai untuk syuting film King Kong, maka saya dukung kalau sineas Indonesia syuting di sana," ujarnya.
   Kendati demikian, Bonaran mengaku tidak mengeluarkan anggaran khusus untuk membantu produksi film Mursala. "Saya yakin rumah produksi yang membuat Mursala sudah tidak perlu dukungan finansial. Saya mendukung dalam bentuk memberi kemudahan fasilitas saja. Tentu saya nanti membantu promosi film ini lewat jalur pemda dengan berbagai cara," kata Bonaran Situmeang. 

Sinopsis
   Kisah Mursala diawali dengan tekad seorang pemuda Batak bernama Anggiat Saragi yang merantau dari kampungnya Sorkam Tapantiur Tengah Anggiat ke Jakarta. Dia sukses menjadi pengacara dan dibanggakan orangtua, namun itu belum sempurna karena ibunya Inang Romauli dan ayahnya Amung Hotman mengharapkan Anggiat menikah dengan paribannya (sodara sepupu). Hal itu tidak mudah, karena di Jakarta Anggiat telah memilih wanita batak lain yang dicintainya yakni Clarisa Turnip seorang presenter televisi.
   Persoalan muncul karena perbedaan marga keduanya, ternyata masuk ke dalam larangan adat yang tidak memungkinkan keduanya untuk menikah kecuali keluar dari adat marganya masing-masing. Meskipun Anggiat bertekad untuk mempertahankan hubungan mereka.
   Di tengah kegalauan, Anggiat bertemu kembali dengan Bonatiur Sinaga pariban yang ternyata adalah teman masa kecilnya di Pulau Mursala dulu. Tiur gadis yang diceritakan sebagai pecinta alam biota laut ini juga beberapa kali gagal menjalin cinta. (tis)

9 komentar:

  1. Sedikit koreksi,

    Bonaran Situmeang adalah Bupati Tapanuli Tengah, bukan Tapanuli Utara (baris ke 20)

    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih untuk koreksinya. Itu data yang fatal.

      Hapus
  2. sukses buat masyarakat tap-teng...

    BalasHapus
  3. wah mantap nihh... sgt antusias neh nuggu film na......... coz q nak tapteng,, n sering bermain di pantai mursala stiap wekeend,,

    BalasHapus
  4. kapan nih tayangnya..udah gak sabaran nunggunya..
    reply please..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabarnya diputar tahun ini, tapi kabar lain menyebut malah ditunda tayang karena ada masalah adat..

      Hapus
  5. Untuk sementara waktu saudara tidak mengedarkan atau mempertunjukkan film "Mursala", sebelum adanya penyelesaian atas perselisihan pendapat atas cerita film," demikian surat edaran dari Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kementrian Pariwisata dan Ekonomu Kreatif RI.

    http://www.tribunnews.com/2012/07/21/mbpps-permasalahkan-film-mursala

    BalasHapus